Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Desember 2015

Untuk Dua Orang yang Saling Mencintai di Jalan Allah

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,

Bila dua orang saling mencintai di jalan Allah, masalah duniawi tak akan memutuskan hubungan mereka berdua.

Mereka membangun hubungan di atas kecintaan di jalan Allah.
Maut yang akan memisahkan.

Bahkan, andai salah satu berbuat salah terhadap yang lain atau dia tidak menunaikan hak-haknya, maka dia tak ambil pusing.

Sumber: Syarah Riyadhush Shalihin, 3:26.






قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله: المتحابين في الله لا يقطع محبتهم في الله شيء من أمور الدنيا،وإنما هم متحابون في الله لا يفرقهم إلا الموت،حتى لو أن بعضهم أخطئ على بعض،أو قصَّر في حق بعض،فإن هذا لايهمهم… ((شرح رياض الصالحين 3/26))

Jumat, 27 November 2015

YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QAALBI 'ALA DIINIK


Level tertinggi mencintai adalah mendoakan
Karena cepat atau lambat DOA akan sampai pada Allah subhanahu wa ta'ala

YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QAALBI 'ALA DIINIK

Wahai DZAT yang membolak balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agamamu (HR. Tirmidzi)

Selasa, 24 November 2015

Ucapan Ringan Penumbuh Cinta

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

“Assalamualaikum,” itulah ucapan ringan yang sering terucap dari lisan ketika sesama muslim saling bertemu.
Seraya menyunggingkan senyum terindah di bibir dan tak lupa beejabatan tangan. Karena, menampakkan wajah berseri-seri dan senyuman adalah salah saru dari pintu kebaikan yang ada dalam Islam.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah berpesan,

“Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria.” [1]

Begitulah akhlak seorang muslim ketika berjumpa dengan saudaranya. Selalu lembut dan menampakkan persaudaraan.
Meskipun tak ada ikatan darah di antara mereka, tapi ikatan iman lebih kuat mengikat hati-hati mereka. Dan ucapan indah yang terucap adalah, salam.

Salam adalah ucapan ringan.
Hanyalah beberapa patah kata yang.  Namun, di dalamnya terselip doa  tentang keselamatan saudara seiman. Dan ternyata, ucapan salam bisa menumbuhkan cinta dan ikatan ukhuwah yang kuat.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman.
Dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai.

Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai?
Tebarkanlah salam di antara kalian.”[2]

Itulah salam, ucapan penumbuh cinta sesama muslim. Identitas orang-orang yang beriman, dan bisa mengantarkan menuju jalan surga-Nya. Ada sebuah hadits lain yang menjelaskan tentang perintah menyebarkan salam.

Dari Abdullah bin Salam, Rasulullah bersabda,

“Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam di antara kalian, berilah makan,  sambunglah tali silaturahmi, dan shalatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” [3]

Maka, mulailah tebarkan salam agar tumbuh bunga-bunga cinta di hati kita untuk menghias ikatan ukhuwah yang telah lama terjalin antara kita dan saudara-saudara seiman.



Referensi:

[1] Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (no. 2626).

[2] Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim

[3] Hadits ini diwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad

Sabtu, 14 November 2015

Al-Hubb Fillaah

Rasa cinta dan benci, wala’ dan baro’ yang paling kuat adalah rasa yang berlandaskan karena Allah Ta’ala saja.

Bukan semata karena hubungan darah, pertemanan, ashobiyyah golongan maupun karena kepentingan dunia lainnya.

Kesesuaian dan keseragaman yang dasarnya bukan karena Allah, sifatnya hanya semu dan sementara.

Sedang hati-hati yang bersatu karena-Nya adalah pertalian sejati yang akan kekal hingga meraih jannah-Nya, insya Allah Ta’ala.

Sebuah kebersamaan abadi
yang merupakan cita-cita setiap hamba…

Minggu, 01 November 2015

QAIDAH CINTA…



“Kau kuhalalkan atau ku ikhlaskan”

Begitulah kaidah cinta seorang mukmin yang menghormati kesucian cinta.

Tegas dan tak kenal basa-basi.
Dia menyadari bahwa tak ada cinta yang halal sebelum ia menyatu dalam ikatan suci pernikahan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada penawar yg lebih manjur bagi dua insan yg saling mencintai kecuali pernikahan“

(HR. Muslim)

Sahabat…

Takdir cinta akan selalu Indah pada masanya. Engkau hanya perlu bersabar dalam penantian dan pencarian, hingga Allah membawamu pada orang yang tepat diwaktu yang tepat.

Tetaplah diatas jalan petunjuk-Nya, sekalipun ia terasa panjang.
Jangan tergesa-gesa lalu berbelok menempuh jalan pintas.
Tunggulah sampai cinta itu mekar..

Sebab memetiknya sebelum mekar sama dengan melawan kodrat syar’i-Nya.
Katakan tidak untuk pacaran.

اتَّقِ اللَّهَ ولا تَفُضَّ الْخَاتَمَ إلا بِحَقِّهِ

“Bertakwalah kepada Allah, dan jangan pecahkan cincin kecuali dengan haknya”.(HR. Bukhori)

Minggu, 11 Oktober 2015

Mencintai Orang Baik


Kebaikan itu magis.
Kita senang melihat perbuatan baik. Kita senang pada orang yang berbuat kebaikan.
Orang baik punya daya tarik.

Kita pun boleh jadi mencintai seseorang karena dalam pandangan kita, orang tersebut baik.
Tak peduli jika orang lain tak sepakat dengan kita. Kita selalu bisa melihat sisi baik dari orang yang kita cintai.
Dan berharap kita bisa membuat orang lain juga bisa melihat sisi baik tersebut.

Mencintai orang baik seperti mudah.
Ada banyak hal yang bisa kita kagumi darinya secara spontan.
Semua orang akan berpikir kita begitu beruntung memilikinya sebagai seseorang yang dicintai.

Tapi, pada kenyataannya tidak selalu semudah itu.

Mencintai orang baik berarti memahami bahwa kebaikannya dibutuhkan oleh banyak orang.
Bukan hanya oleh kita. Sebagai konsekuensi dari menjadi orang baik, tentu ia juga disayangi oleh banyak orang. Bukan hanya oleh kita.

Kita tahu bahwa ia baik bukan hanya pada kita.
Tetapi pada semua orang. Itu berarti selain ia sebagai kekasih, atau suami, istri, ayah atau ibu yang baik, ia pun seorang anak yang berbakti pada kedua orang tuanya, teman yang suka membantu, pelayan masyarakat yang mengayomi, pekerja yang profesional, juga pemimpin yang berdedikasi.

Mencintai orang baik berarti memahami bahwa di hatinya bukan hanya ada kita.
Hatinya memiliki banyak ruang untuk mengasihi banyak orang. Waktunya dibagi kepada banyak orang yang membutuhkan.
Akalnya digunakan untuk memikirkan banyak orang.

Mencintai orang baik juga berarti memahami bahwa kita tak bisa egois dan berpikir bahwa ia milik kita.
Karena akan selalu ada celah-celah yang dimanfaatkan para penggoda untuk menghembuskan perasaan iri dan cemburu.

Sejak detik pertama, mencintai orang baik berarti rela.
Rela untuk tidak selalu jadi yang utama.
Rela untuk mendukung tanpa keluh kesah.
Rela untuk mendoakan tanpa lelah.

Berharap dipersatukan dengan orang baik ibarat mendambakan hujan.
Kita tak bisa memintanya untuk jatuh di halaman rumah kita saja…
 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo